Raksasa Di Belakang GNU/Linux

Kepopuleran GNU/Linux di seluruh dunia sepertinya memiliki sebuah efek buruk, terlupakannya raksasa di belakang GNU/Linux. Kita tahu kepopuleran GNU/Linux adalah karena keberadaannya yang free, (bisa) gratis didapatkan dan terbuka kode sumbernya sehingga bebas digunakan, bebas dimodifikasi, bebas didistribusikan kembali.
Raksasa di belakang GNU/Linux adalah filosofi Free Software-nya. Semangat berbagi kode sumber. Semangat yang dimiliki juga oleh produk Free Software lainnya.
GNU/Linux adalah satu dari sekian produk Komunitas Free Software. Diantara Sistem Operasi Free, ada GNU/Linux, ada BSD, ada ReactOS, ada Android, ada Sphinux, dan lain-lain, GNU/Linux paling populer. Meskipun kernel dan systemnya berbeda, mereka memiliki kesamaan, semangat free software. kode sumber mereka terbuka, tersedia  bebas.
Wordpress, Joomla dan Drupal adalah salah tiga contoh CMS yang merupakan produk Free Software. Yang membedakan mereka dengan CMS non-free adalah CMS ini bebas digunakan, bebas dimodifikasi, bebas didistribusikan.
Mereka memiliki semangat yang sama, seperti GNU/Linux. Semangat berbagi.
Dengan semangat berbagi ini, dunia kita berubah.
Dari hari ke hari, produk-produk free software semakin banyak dan membaik kualitasnya. Nyaris menjadi ancaman bagi software non-free, yang mana merupakan hal yang baik ­čÖé
Semangat free software merubah wajah suatu bangsa. Venezuela, mulai melepas ketergantungan akan software non-free dan menghemat anggaran negara mereka. Bangsa-bangsa lain juga mulai membebaskan diri.
Semangat free software membebaskan pengetahuan, ilmu-ilmu yang dulunya susah ditemukan sekarang tersedia secara bebas di internet.
Semangat free software juga mempertemukan saya dengan anda, mengumpulkan kita yang jauh dalam forum bersama atau kopdar, setiap hari kita bisa chatting, membaca status dan berdiskusi. Setiap tahun kita bisa menikmati event nasional ILC atau WordCamp, dimana para fans WordPress bertemu dan berbagi.
Semangat free software juga menyatukan kita, manusia-manusia antah berantah, dalam sebuah proyek bersama. Proyek BlankOn menyatukan para aktivis dari berbagai daerah se-Indonesia.
GNU/Linux, WordPress, BlankOn, ILC, WordCamp, Venezuela mereka memiliki kesamaan, mereka ditopang sang raksasa, semangat free software.
Semangat yang membebaskan.

3 thoughts on “Raksasa Di Belakang GNU/Linux

  1. Free software itu ga sama dgn Free Open Source Software ya. Yg satu software gratis tp ga bs diapa2in, sdgkan yg satu lg slain gratis, software-nya jg bebas diapa2in. Manakah yg kmu maksud ditulisan ini?

    1. kalau anda baca tulisan tersebut, Free Software yang dimaksud adalah Software Bebas/Merdeka. Free = Freedom
      Free Software yang ada di tulisan ini, dan FOSS yang anda sebut adalah 2 hal yang “sama” secara umum

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *