Suka dan Duka Bersama Linux

Tak terasa sudah hampir dua tahun ini saya sudah memakai dan menggunakan linux untuk keperluan saya sehari-hari. Dan tak terasa pula suka dan duka yang saya rasakan setelah memakai dan menggunakan linux, mulai dari sulitnya menginstall aplikasi (harus memakai internet) sampai pada kompatibilitas hardware (macam printer) yang sulit. Namun, itu semua bisa diatasi berkat keinginan saya untuk mempelajari linux yang menurut orang-orang bahwa linux itu sulit.

Awal Perkenalan

Saya teringat akan peristiwa dimana saya mulai berpikir untuk pindah ke linux yakni ketika laptop saya rusak (waktu itu kuliah semester 3). Saya mulai berpikir tentang linux, apa sih itu linux ? (khususnya Linux Ubuntu, karena saya memakai ubuntu) dan kemudian saya mulai mencari di Internet tentang apa itu linux. Dan setelah beberapa kali googling di Internet akhirnya saya mulai berpikir untuk berpindah ke linux.
Linux yang pertama saya gunakan adalah ubuntu 12.10 . Kenapa saya pilih linux ubuntu ini? Karena pada saat itu yang saya tahu linux adalah seperti momok menakutkan yang sulit ditaklukan dan ubuntu-lah yang pertama membuat saya tertarik pada linux berkat tampilannya yang membuat saya kepincut. Setelah itu saya mulai menjajal distro yang lain yang bisa dikatakan userfriendly macam blankonlinux (linux made in Indonesia), Zorin os, Linux Mint, Elementary Os, dan Berakhir pada linux Ubuntu lagi.

Alasan Menggunakan Linux

Pada awal-awal saya menggunakan linux, saya masih belum mengerti kenapa saya menggunakannya? Dan bagaimana manfaatnya ?. Akan tetapi, setelah berjalannya waktu saya mulai mengerti kenapa saya menggunakannya yang diantaranya adalah berkaitan dengan pembajakan software. Saya baca blog sana sini tentang pentingnya penggunaan software yang legal dan non-bajakan, dimana linux merupakan salah satu software yang dimaksud, yakni software opensource.
Dari situlah saya mulai tertarik dengan dunia perlinux-an dimana di dalam komunitas linux itu sendiri sangat memperhatikan dan menghargai karya orang lain. Misalnya saja, dalam mengembangkan sebuah distro harus menyertakan source code yang asli dari distro awal yang dikembangkan. Ini merupakan bentuk lain dari nilai kejujuran dan penghormatan atas karya orang lain dan dari situlah saya juga belajar meskipun hingga sekarang saya belum atau bahkan tidak bisa berpartisipasi dalam mengembangkan linux maupun software opensource.

Perkembangan Hingga Sekarang

hingga sekarang hingga akhir kuliah saya sekarang saya masih menggunakan linux (ubuntu 14.04) yang insya Allah akan saya gunakan untuk tugas akhir saya yakni skripsi. Meskipun nantinya mungkin akan mendapat kendala, khususnya dari para dosen yang kebanyakan menggunakan produk berbayar (windows) akan tetapi saya akan tetap menggunakan linux dan aplikasi opensource lain dalam mengerjakan skripsi saya.
Setelah selama ini memakai dan menggunakan linux secara pribadi saya belajar dari linux saya sendiri yaitu bahwa setiap kesulitan pasti ada jalan keluarnya. Di dalam linux itu sendiri terdapat komunitas yang akan dan selalu membantu kepada kita sebagai pengguna yang awam asalkan kita mau dan tidak malas dalam berusaha mengatasi kesulitan dalam mengatasi permasalahan yang ada dalam linux yang kita gunakan.
Kemudian, mengenai kelegalan terhadap penggunaan software, disitu saya juga belajar mengenai nilai-nilai kejujuran dan penghormatan terhadap karya setiap orang yang kebetulan prodi yang saya ambil adalah PPKn yang mengajarkan serta menanamkan nilai-nilai moral dan karakter sangat mendukung terhadap hal tersebut.
Sekian dan Ganbatte!
oleh Hasbi Akbar A (Pkn Unnes 2010)

Leave a Reply

Your email address will not be published.