Bersama Linux dari Kuliah Hingga Saat Ini

1. Pendahuluan

Tak menyangka bahwa saya akan menggunakan Linux hampir di setiap kegiatan harian. Jauh sebelum mengenal Linux saya sudah diberi inisiasi ketika SMP dan SMA. Waktu SMP saya membaca modul pelajaran TIK yang membahas seputar teknologi informasi dan komunikasi dasar (tentunya belum ada algoritma dan kecerdasan buatan di modul tersebut). Di modul tersebut saya membaca secarik e-Mail yang dikirim oleh Linus Torvald perihal Linux yang dibuat menjadi open source. Kala itu saya tidak begitu mengerti apa sebenarnya Linux. Kemudian dalam waktu yang lama hingga SMA, saya mempunyai seorang teman satu band yang ternyata sudah menggunakan Ubuntu. Sepulang latihan band, saya berkesempatan mendapatkan pengetahuan tentang Ubuntu dan Linux. Saya dikenalkan dengan istilah distro, Linux itu sendiri, dan Ubuntu itu sendiri. Sayangnya, saya tidak berkesempatan melihatnya langsung karena komputer yang sudah sudah terpasang Ubuntu miliknya sedang rusak. Saya diperlihatkan CD instalasi Ubuntu asli yang masih dikirim dari Jerman. Memang saya kagum saat itu, teman saya bisa sampai mendapatkan Ubuntu asli dari Jerman.

2. Riwayat Distro Linux yang Digunakan

Pertama kalinya saya melihat wujud Linux yang sudah terpasang di laptop adalah Ubuntu milik teman saya waktu kuliah di ilmu komputer pada semester 1. Teman saya sudah menggunakan Ubuntu lebih dahulu. Ada juga teman saya yang menggunakan Fedora di komputer rumahnya. Saya sendiri sempat kebingungan apa bedanya Fedora dan Ubuntu padahal sama – sama Linux. Pada semester 1 hingga semester 5 tepatnya di tahun 2011 saya tidak menggunakan dan mempelajari Linux karena komputer yang saya miliki tidak support untuk Linux yang saat itu saya kenal. Saya baru menggunakan Linux ketika semester 5, dimana saat itu saya sudah memiliki laptop sendiri. Sehingga saya dapat lebih leluasa menggunakan Linux dan mempelajarinya ketimbang menggunakan laptop milik teman.

Selama menggunakan Linux saya akhirnya mengenal beberapa FOSS yang penting untuk pengguna Linux seperti Libre Office, GIMP, Inkscape, dan Blender. Pertamak kali saya meng-install Linux Mint setelah membeli laptop, dan itupun di-install-kan oleh teman saya yang sudah lebih mahir. Saya fokus pada mempelajari beberapa hal seperti command line interface, penggunaan desktop environment, penggunaan FOSS dasar seperti Libre Office dan Geany, serta mempelajari pemrograman Java dan C di Linux Mint. Saya cukup lama menggunakan Linux Mint ini hingga 4 bulan lamanya. Saya terhenti menggunakan Linux Mint ketika saya mencoba menghubungkan laptop dengan projektor NEC. Saya kebingungan karena Linux Mint yang saya gunakan jadi error dan tampilannya nge-hang sehingga harus di-restart paksa agar kembali berjalan. Akhirnya saya memutuskan untuk menggunakan Ubuntu 10.04 untuk menggantikan Linux Mint, dan alhamdulillah saya dapat menggunakan Ubuntu 10.04 untuk keperluan presentasi selama kuliah. Kebutuhan sebelumnya pun tetap dapat diatasi, dan malah saya lebih nyaman menggunakan Ubuntu. Selama menggunakan Ubuntu ini saya dibimbing oleh kakak kelas yang tergabung dengan POSS UPI. Bersama lembaga tersebut saya dapat menggunakan Linux untuk web programming dan keperluan kuliah.
Pada semester 6, saya ditugaskan untuk menggunakan Slackware untuk keperluan praktikum sistem operasi. Saya pun bergegas mencobanya, dan instalasi pun berhasil dengan bimbingan asisten praktikum sistem operasi. Saya menggunakannya hanya beberapa bulan saja, sampai saya sadar bahwa saya tidak dapat membaca karakter seperti huruf jepang dan korea. Karena di laptop saya tersimpan berbagai macam tutorial dan panduan belajar bahasa jepang dan korea. Saya mencari tahu, ternyata harus meng-install font terlebih dahulu. Saya coba namun gagal terus. Saya pun memutuskan mengganti Slackware dengan Fedora. Kebetulan saya juga ingin mencicipi GNOME3 yang pada saat itu hanya dapat dicoba di Fedora dan OpenSUSE.
Perjumpaan dengan Fedora pun tidak bisa dalam waktu lama, saya sangat mengagumi GNOME 3. Tapi saya tidak dapat bergerak banyak karena harus menghubungkan laptop dengan sumber listrik. Waktu itu, Fedora hanya dapat menahan waktu 15 menit untuk lepas dari sumber listrik. Berbeda dengan Ubuntu 10.04 yang dapat menahan waktu hingga 2 jam lebih. Akhirnya saya kembali lagi menggunakan Ubuntu 10.04 untuk selepas praktikum sistem operasi hingga merampungkan studi ilmu komputer saya. Lalu setelah saya bekerja, saya mengganti Ubuntu 10.04 dengan Ubuntu 14.04 di tahun 2014 agar pembaharuan terbaru dapat saya gunakan. Di bagian tulisan berikutnya saya akan menceritakan beberapa hal yang saya lakukan bersama Linux dan FOSS.

3. Pemakaian Linux dan FOSS ketika kuliah

Selama kuliah saya menggunakan Linux dan FOSS untuk banyak hal. Sebagai contoh, beberapa hal yang saya gunakan dengan Linux antara lain:

  • Membuat proyek untuk sebuah majalah pemrograman dengan PyGame
    Membuat Proyek untuk Sebuah Majalah Pemrograman
  • Membuat Game Monopoli di mata kuliah Mobile Computing untuk Android
    Membuat Game Monopoli
  • Membuat Simulasi Penggambaran Garis di mata kuliah Grafika Komputer dengan Python dan Tkinter
    Membuat Simulasi Penggambaran Graisg
  • Membuat Simulasi North West Corner di mata kuliah Teknik Riset Operasi dengan menggunakan Python
    Membuat Simulasi North West Corner
  • Membuat Simulasi Call Center di mata kuliah Teknik Simulasi dan Pemodelan dengan menggunakan Java
    Membuat Simulasi Call Center
  • Membuat Simulasi Kecepatan Bola dengan menggunakan HTML5 di Firefox Browser
    Membuat Simulasi Kecepatan Bola
  • Membuat game untuk proyek skripsi saya dengan menggunakan PyGame
    Membuat Game untuk Skripsi

4. Pemakaian Linux dan FOSS saat kerja

Di tempat kerja saya menggunakan Ubuntu 14.04 sebagai lingkungan kerja utama. Saya sendiri bekerja sebagai junior web programmer yang mengembangka sebuah website untuk traveling. Saya menggunakan beberapa FOSS berikut untuk membantu pekerjaan saya:

  • Firefox Web Browser, sudah pasti web browser ini saya gunakan untuk membuka halaman web yang saya kerjakan. Saya sangat suka dengan developer tools yang dimilikinya
  • SVN, versioning control system ini merupakan standard yang digunakan di tempat saya bekerja. Jadi saya masih mempelajari dan menggunakannya
  • RabbitVCS, sebuah front-end untuk SVN, Git, dan Mercurial. Karena di Windows ada TortoiseSVN, maka saya menggunakan RabbitVCS di Ubuntu
    RabbitVCS
  • Geany, saya biasa menggunakan Notepad++ di Windows, tapi saya menggunakan Geany di Ubuntu
    Geany
  • PHPMyAdmin, saya menggunakannya untuk melihat daftar tabel yang ada di database dari web yang saya kerjakan
  • MySQL, RDBMS ini digunakan di proyek yang sedang saya kerjakan. Oleh karena itu saya terus mencoba mempelajarinya kembali
  • Zeal, sebuah document set yang menyediakan berbagai tutorial offline dari framework, bahasa pemrograman, database, atau tools tertentu. Karena biasanya ada dokumentasi yang tidak disediakan secara offline. Oleh karena itu Zeal sangat berguna bagi saya
    Zeal
  • Pidgin, untuk komunikasi nonformal saya diperintahkan untuk menggunakan Yahoo Mesengger. Pidgin menjadi solusi untuk message client yang saya perlukan di Ubuntu
  • Thunderbird Mail Client, untuk komunikasi formal saya dapat menggunakan Thunderbird agar saya dapat mengelola e-mail dari e-mail kantor dan pribadi.

5. Pemakaian Linux dan FOSS di hari biasa

Di hari biasa, saya membagi waktu saya untuk bersantai dan menulis. Biasanya sepulang kerja saya bersantai dengan melakukan beberapa hal berikut:

  • mendengarkan musik dengan Audacious
  • menonton video menggunakan VLC / Videos /
  • membaca e-book format PDF menggunakan Evince atau Okular
  • membaca e-book format CHM menggunakan KChmViewer atau XChm
  • browsing menggunakan web browser seperti Firefox atau Chrome
  • bermain gitar bersama TuxGuitar
  • berlatih menggambar vektor menggunakan Inkscape
  • mencoba manipulasi foto menggunakan GIMP

Saya sendiri menulis di blog sendiri, website POSS UPI, dan bekerja sebagai penulis di CodePolitan. Untuk menulis saya menggunakan beberapa FOSS berikut sebagai alat bantu untuk menulis:

  • Liferea, FOSS ini membantu saya untuk mengikuti kabar terbaru dari portal berita dengan memantaunya melalui RSS yang diberikan portal berita tersebut
    Liferea
  • ReText, FOSS ini membantu saya dalam menulis artikel dengan menggunakan format Markdown. Sehingga pembuatan artikel menjadi lebih fokus dan lebih cepat dibandingkan menggunakan word processor konvensional
    ReText
  • Shutter, tentu saja saya menginginkan aplikasi untuk menangkap apa yang terjadi di layar browser dan menyuntingnya dengan memberikan garis atau bagian yang ditebalkan dan ditandai. Dengan Shutter, selain dapat mengambil screenshot dari bagian tertentu layar desktop, hasil screenshot dapat disunting di aplikasi yang sama
    Shutter
  • Firefox, selain mendapatkan informasi dengan mengikuti seminar ataupun pelatihan, tentunya saya mendapatkan banyak informasi melalui internet. Tanpa browser saya tidak dapat mengakses berbagai website dan blog yang membahas bidang dan tools yang saya favoritkan. Saya sendiri memilih Firefox sebagai browser utama untuk mencari berita dan informasi lainnya
  • GIMP, untuk manipulasi gambar seperti membuat sebuah quotes ataupun membuat banner, dan berbagai fungsi lainnya
  • Libre Office, dengan Libre Office saya dapat membuat presentasi dengan Impress, dokumen dengan Writer, diagram dengan Draw, dan spreadsheet dengan Calc

Kadangkala saya sendiri suka ngulik untuk meningkatkan pengetahuan dan kemampuan seputar programming dengan menggunakan bahasa pemrograman Python dan NodeJS. Saya juga mencoba mempelajari versioning control system lainnya seperti menggunakan Git. Sangat menyenangkan bila programming di Linux. Karena bahasa pemrograman yang saya sedang fokuskan, lebih mudah untuk dipelajari di Linux. Bahkan saya pun menjadi antusias bergabung di grup Facebook yang bertemakan Linux dan Programming semenjak menggunakan Linux.

6. Kesimpulan

Linux dapat digunakan untuk keperluan sehari – hari dan pekerjaan. Tentunya apabila Anda ingin menggunakan software proprietari lebih baik Anda membeli lisensi untuk menggunakan sistem operasi Windows dan software proprietarinya yang asli. Untuk saya sendiri, kebutuhan dasar seperti kuliah dan kerja, Linux dapat digunakan untuk mengatasi hal tersebut. Saya sendiri betah menggunakannya selama kurang lebih 4 tahun. Tentunya pengalaman saya ini masih sedikit dibandingkan pengguna Linux dan FOSS lainnya yang sudah menggunakannya sejak lama, bahkan ada yang sudah puluhan tahun.

7. Saran

  • Belajarlah Linux dan FOSS dari teman yang sudah memasang Linux di laptop atau komputernya
  • Jangan segan untuk bertanya kepada yang sudah berpengalaman baik di forum, pelatihan, ataupun secara langsung. Tentunya dengan etika yang baik dan benar
  • Luangkanlah waktu satu jam per hari untuk ngulik Linux dan FOSS ketika di hari libur atau sepulang beraktivitas
  • Artikel ini pun ditulis menggunakan ReText di Ubuntu 14.04. Jadi tidak ada hambatan sama sekali untuk menggunakan Linux dan FOSS dalam mengembangkan diri dan melakukan kegiatan sehari – hari
  • Gabunglah di grup Facebook, komunitas, atau forum lainnya sesuai dengan Linux atau FOSS yang Anda gunakan untuk saling bertukar informasi dan pengetahuan
    Copyright (C)  2014  Ridwan Fadjar Septian.
    Permission is granted to copy, distribute and/or modify this document under the terms of the GNU Free Documentation License, Version 1.3 or any later version published by the Free Software Foundation with no Invariant Sections, no Front-Cover Texts, and no Back-Cover Texts. A copy of the license is included in the section entitled "GNU Free Documentation License".

Leave a Reply

Your email address will not be published.