Linux, Kuliah dan Budaya Open Source

Saya bayu, saat ini sedang belajar Matematika di Universitas Airlangga.
Setiap hari ketika kuliah, saya ditemani notebook kecil berwarna hitam berukuran 10inch. Dengan sistem operasi ubuntu 14.04 Linux kernel 3.13 yg baru saya upgrade sekitar 1 bulan yang lalu dari 12.04.
Mungkin kalo anda teman saya, anda akan bertanya “bisa apa notebook sekecil itu?” Sambil memegang laptop 17 inch dengan sistem operasi windows 8 terbaru. Yap, hal ini saya tafsirkan dari pandangan mata teman sekampus saya.
Menjadi menarik kalau muncul pertanyaan “Bagaimana bisa kuliah dengan linux?”, tanpa menyinggung perasaan departemen apapun yg sudah bekerja sama dengan software berbayar dan berjualan lisensi di kampus untuk mahasiswa
Lebih tepatnya, Kuliah tanpa mengeluarkan biaya apapun untuk kebutuhan digital perkuliahan. Sebenarnya kuliah itu tidak seperti penelitian peluncuran monyet ke planet mars yang butuh super computer dengan biaya yang fantastis. Rutinitas kuliah paling cuman pengumpulan tugas dan presentasi. yap, itu doang.
Jadi untuk pengumpulan tugas dokumen saya sering memakai Google Docs dan Google Slide untuk membuat materi presentasi di Notebook saya. Kelebihannya apa? saya bisa kolaborasi dengan teman sekelompok secara online dan Real time. Saya juga gak khawatir kalo saya lupa bawa flaskdisk untuk print tugas di Koperasi Mahasiswa karena semua dokumen saya tersimpan secara online yg bisa saya akses kapanpun dan dimanapun.
Saya juga seorang pencinta open source, project terakhir saya adalah Pemilu gems[0], sebuah Ruby interface untuk mengakses APIPemilu[1]. Walaupun Pemilu gems sudah jarang saya maintain karena semester 2 kemaren terasa seperti waktu yang berat untuk saya (kok jadi curhat). Semoga di semester 3 ini bisa memanage waktu dengan baik dan menghasilkan karya lagi.
Pas pemilu lagi happening, saya juga berkolaborasi dengan teman saya dari Universitas Negeri Surabaya untuk membuat website CalegKita[2]. yah, meskipun belum selesai 100% dan gagal publish, dikarenakan banyak data para caleg di dapil yang belum lengkap. Sehingga kami enggan untuk mempublishnya, dengan alasan kami tidak mau dituduh memihak suatu kubu karena masalah ini.
Banyak lagi open source yang saya taruh di repo[3] saya. Coba tebak, yap saya melakukan hal itu semua dengan Notebook kecil, murah, dengan OS berbasis Linux. Jika anda teman kuliah saya, sekarang anda akan tahu apa aja yang bayu lakuin dengan notebook hitam kecilnya hehehe.
Saya memilih sistem operasi berbasis Linux sebagai sistem operasi dasar perlengkapan kuliah karena dengan hal tersebut saya tidak mengeluarkan biaya apapun dan bisa memenuhi kebutuhan kuliah saya.
Karena ini lagi masa orientasi mahasiswa baru, pasti para orang tua lagi mempersiapkan semua perlengkapan untuk anaknya. Termasuk laptop baru tentunya bagi yang belum mempunyai atau ingin ganti. Saya jadi penasaran “Berapa biaya yang dikeluarkan para orang tua untuk membeli perlengkapan digital perkuliahan anaknya?” Pastinya para orang tua akan lebih menghemat pengeluaran jika membelikan anaknya laptop dengan sistem operasi yang tidak berbayar dan perlengkapan tugas lain yang free, benar kan?
Pesan saya untuk Dosen terutama yang mempunyai hak untuk pengambil keputusan dikampus. Tanpa menguragi rasa hormat, cobalah mengedukasi mahasiswa dengan budaya open source. jangan malah mengfasilitasi mereka dengan suatu hal yg berbayar. Walaupun sekitar 200rb-an, bayangkan jika uang itu disisihkan orang tuanya untuk keperluan membeli buku adeknya yang masih sekolah. tentunya ini akan bermanfaat bagi orang tua daripada uang itu dibelikan lisensi software yang berbayar , padahal malah banyak alternatif yang tidak berbayar.
catatan kaki:
[0] pemilu 1.0.1, A beautiful Ruby interface for Pemilu APIs http://rubygems.org/gems/pemilu
[1] API Pemilu, API informasi sipil untuk Pemilu 2014 dan yang akan datang! http://pemiluapi.org
[2] CalegKita, Bukan Jamannya Golput Lagi! http://prototype.calegkita.org/
[3] Bayu Aldi Yansyah, pyk at github http://github.com/pyk

2 thoughts on “Linux, Kuliah dan Budaya Open Source

Leave a Reply to Zen Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *