Linux ku berawal dari Sekolah Dasar

Awal pertamaku memakai Sistem Operasi Linux saat duduk di bangku Sekolah Dasar kelas 6 tahun 2011-2012. sebenarnya sih dah lama kenal Linux, pada waktu itu hari hari yg sangat bosan penuh kebosanan, lalu saya di Sekolah ngajakin ke Mall bersama temen temen. Lalu berlanjutlah janjian di Jejaring sosial untuk menentukan hari apa, jam berapa dan ngumpul dimana. Sebenarnya sih kesana cuma iseng iseng aja dan sebelum pulangnya makan makan dahulu di Restoran dengan uang yg pas-pas’an.
Kemudian sesudah makan saya dan sebagian temen kebelet pipis, daripada kepisah lalu ikut semua deh ke Toilet. Waktu itu belum tahu letak toilet dimana, dan cari mencari mondar mandir kesana kesini mengikuti tanda arah letak Toilet akhirnya sampai juga ke Toilet. Habis keluar dari Toilet dan saatnya pulang, kebetulan ada toko film, awalnya mau beli film Toy Story 3 untuk nonton dirumah, ternyata salah tempat malah kaset kaset Komputer. Disanalah saya acak acak kaset-kaset dan ketemu gambar Bunglon, pas dibaca cover kasetnya Linux Opensuse 11.0, Bunglonnya terlihat keren, Linux terdengar menarik untuk di coba akhirnya di beli deh kasetnya. Dalam hati berpikir “Widih anak kelas 6 SD pakai OS Linux, biar terlihat seperti heker wkwk”, jalan pikirannya seperti itu.
Sehabis pulang dan sampai ke rumah dengan perut kenyang dan lelah, OpenSusenya belum sampai dimasukkan ke Cd-rom karna ngantuk dan tidur. Minggu demi minggu belum di coba Opensusenya, dan hari demi hari lagi akhirnya Opensusenya di coba. Pada versi itu Opensusenya harus diinstal belum bisa dicoba dulu, kemudian pilih menu asal asal ada tulisan “Install” di pilih dan asal asal tulisan “Next, Loading, Next, Loading, Next, Loading ” Pada waktu itu saya masih pakai Sistem Operasi Windows 7 bajakan.
Dan penuh rasa bangga, gembira, terharu, menangis (lebay wkwkwk) telah masuk ke Desktopnya Opensuse. Desktop nya KDE hampir sama dengan tampilan Windows 7 tapi tak begitu sama yg penting bisa beradaptasi dengan DE nya. Kemudian saya liat aplikasi – aplikasinya yg disediakan oleh OS nya terus saya coba coba satu persatu aplikasinya dan coba menyoba konek ke Wifi, dan akhirnya bisa berselancar di internet. web yg pertama dibuka ialah Jejaring sosial dan akhirnya saya berpikir Linux tidak begitu susah yg saya pikirkan, tak ada kendala.
Lalu ku coba coba menginstall Aplikasi aplikasi ber-ekstensi .exe dari Flashdisk dan disinilah saya menemukan kendala, ternyata Opensuse tak bisa menginstall aplikasi ber-ekstensi .exe . Terus saya coba mengunduh aplikasi dari browser, yaitu aplikasi Google Chrome. Ku Unduh aplikasinya ternyata saya liat di tab download, softwarenya Ber-ekstensi .rpm . Pas unduhan selesai saya punya kendala baru yaitu bingung cara instalasinya, kucoba menulis di Search engine “cara install .rpm di Opensuse” ku ikuti langkah langkahnya dan akhirnya saya tau cara menginstall Aplikasi.
Saya matikan Komputer untuk beristirahat sejenak, makan, mandi, tidur dan lain lain. Besok harinya saya menyalakan komputer memakai Sistem Operasi Windows 7, lalu kok tiba tiba langsung boot ke Opensuse (panik). Saya restar kembali komputer malah ke Opensuse lagi, saya restart kembali saya restart kembali dan saya restart kembali. Akhirnya saya tau, bahwa sistem operasi Windows 7 telah terhapus dan saya turut menyesal. Akhirnya terpaksa menginstall Sistem Operasi Windows 7 malah Opensusenya yg hilang, resolusinya windows 7 jadi jelek, suara di windows 7 jadi gk ada. Karna waktu itu saya belum menginstall Driver dan gk tau fungsi dari Drivernya. Komputer jadi error dan malah jadi rusak mesti manggil tukang servis komputer. Lalu komputer sudah betul lagi, kejadian itu lah saya jadi tidak memakai Linux lagi.
Berbulan-bulan kemudian, saya lulus SD ke kelas 1 Smp dengan bangganya memakai Celana biru, dan saya masih penasaran dengan LINUX. dimasa ini saya bisa dibilang lebih aktif daripada masa SD, saya seneng beli buku buku tentang komputer tentang trik trik iseng alias meretas retas gitulah dan lain lain.
Langsung lewati saja ke kelas 2 SMP, dapat ranking 9.
Disinilah saya berlanjut, aktif di komunitas linux di sosial media, di forum, di channel irc, perkembangan distro distro linux dan lain lain. Dan disinilah saya bisa dibilang mempunyai jiwa OpenSource, sadar karena pembajakan memakai Software Bajakan itu tidak baik dan merugikan yg dibajak. Dan berpikir ingin meremaster distro untuk menulari kawan kawan disekolah untuk memakai Sistem operasi Opensource, yaitu Linux. Bukan hanya cara dengan meremaster, tapi memposting/upload hal hal yg berbau dengan linux. Dan waktu ini saya membeli buku komputer tentang yg beda, bukan yg trik trik belaka. Buku komputer tentang Sistem Operasi, Linux, Bahasa pemrograman seperti C#, Java, Html, Javascript, PHP, CSS dan lain lain.
Saat ingin meremaster distro distro Linux, bingung apa yang mau dipakai. Dari Ubuntu, Kubuntu, Edubuntu, Zorin, IGOS, Blankon, Mint, Deepin dan lain lain. Gonta-ganti Sistem operasi sampai Sistem Operasi Windows 7 sering kehapus, kecelakaan, hilang. Sampai sampai saya tak sengaja mengoleksi Distro-distro linux dan saat ini malah jadi hobi mengoleksi Distro-distro Linux. Rasanya seperti ada yg ganjil kalau tidak mengunduhnya dimalam hari.
Koleksi ku
Karna akibat meremaster saya sering gonta ganti Sistem Operasi Distro dual boot dengan Sistem Operasi Komersil yakni Windows 7, lalu saya minta dibelikan Laptop yg spesifikasi pas-pasan untuk menjadikan kelinci percobaan. Berbulan bulan sudah dekat dengan kenaikan kelas ke 3 SMP , kemudian akhirnya dibelikan laptop yg bisa dibilang gk tanggung tanggung kinerjanya, berhubungan saya dibelikan Laptop bisa dibilang hadiah dari orang tua, karna saat saya menang olimpiade membuat website dengan Powerpoint juara 2, sejabodetabek (bukan pamer 😀 ).
Piagam Dan akhirnya kandas rencana saya dan dibatalkan la meremaster distro linux. Karna 2 faktor, yaitu:
1.Saya mulai berpikir, saya tak mempunyai kepandaian yg lebih di Linux, pasti hasilnya tak memuaskan
2.Laptop yg dibelikan sayang sayang dijadikan kelinci percobaan. Lalu saya pakai untuk laptop pribadi yg sampai saat ini memakai Distro Edubuntu 14.04. Dan di kelas 8 la saya sering bisa dibilang membully orang yg kurang pengetahuan/awam TIK seperti anak perempuan yg bawa laptop memakai Sistem Operasi bajakan, padahal saya sendirinya memakai OS bajakan sebelumnya.
Kemudian saya naik kelas ke kelas 3SMP dengan hasil yg memuaskan, dapat ranking 4. (bukannya pamer lhoo..). Yang lucunya, saat saya membawa Laptop ke sekolah banyak yg bertanya
“Der, ini pakai Windows 8? kok tampilannya beda” dan “Kenapa pakai Linux, kenapa gk pakai Windows”?. Dan dikelas 9 dan sampai sekarang saya sangat aktif memakai Software OpenSource seperti Libre Office, Inkscape, GIMP, dan lain lain. Dengan software Opensource ini saya sangat terbantu di sekolah, dengan tugas SBK, Seni rupa desain grafis WPAP dengan memakai aplikasi Inkscape, daripada berlelah-lelah menggambar memakai tangan di buku gambar A3. Dan terbantu oleh Libre Office dengan membuat Jadwal Piket Harian untuk kelas, Jadwal Piket Mingguan untuk kelas, Struktur Organisasi untuk kelas, mengerjakan tugas tugas lainnya dan lain lain.
Hasilku

15 thoughts on “Linux ku berawal dari Sekolah Dasar

  1. Ceritanya menarik, juga bisa dijadikan semangat bagi saya untuk memakai OS OpenSource, jangan bosan-bosan mengajak orang buat memakai OS OpenSource. Hidup OpenSource!

  2. Satu tambahan lagi 🙂
    Karna keingintahuan, adik ku memakai Linux sejak kelas 2SD 😀
    Beda umur 6 tahun saya, hehehehe

Leave a Reply to Ranzhie Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *